Sejarah Desa

Administrator 01 April 2013 14:14:06 WIB

Sejarah Desa Petung

Sejarah Desa

Pada saat itu Kadipaten Pati dibawah kekuasaan Kerajaan Suarakarta, maka setiap tahun harus mengirim Upeti ke Kerajaan Surakarta, pada saat itu Kyai Wongsaito kawal beberapa prajurit di utus untuk mengirim Upeti ke Kerajaan Surakarta. Dalam perjalanan Rombongan Kyai Wongsaito dibegal sekawanan perampok, pertempuran pun tidak dapat dihindari, karena kalah jumlah maka rombongan Kyai Wongsaito kalah dan semua pengawal tewas dalam pertempuran, dan Kyai Wongsaito melarikan diri kemudian dia bersembunyi atau UMPET dalam bahasa Jawa disuatu wilayah, dan betemu dengan Ki Derpojoyo. Kyai Wongsaito memutuskan menetap diwilayah itu dan bekerjasama untuk merintis Perkampungan, Ki Derpojoyo pun dengan senang hati menerima kehadiran Kyai Wongsaito dengan harapan bisa mendapat ilmu dari Punggawa Kadipaten.

Sejarah Pembangunan

Atas anjuran ndara Seten Pakis yang menjabat saat itu, pada tahun 1913 Desa Kenalan mulai menata diri dengan ditunjuknya mbah Lasiah sebagai Kades yang merupakan cucu dari Kyai Singa. Hal yang dilakukan mbah Lasiah sebagai Kades pada watu itu adalah dengan membuka jalan penghubung baik antar dusun maupun jalan poros Desa, disamping itu juga menata pemukiman dan masyarakat mulai mengenal kegiatan pertanian walau masih sangat sederhana seperti menanam midro, kimpul, ubi jalar dan jagung. Masa pemerintahan mbah Lasiah sebagai Kades berkisar antara tahun 1913-1922 dan kemudian dilanjutkan oleh anaknya antara tahun 1923-1942, namun sayang beliau meninggal dalam usia yang masih sangat muda dan kepala pemerintahan diteruskan oleh mbah Kastari dari Kedakan. Kemudian antara tahun 1943-1945 kepala desa Kenalan menunjuk dari luar desa yaitu bapak Ganjar dari dusun Pogalan Desa Kaponan sebagai kades yang ke IV. Kepala Desa Ke V adalah Bapak Joyodiharjo yang memerintah antara tahun 1946-1960.

Dalam kerjasamanya merintis perkampungan Kyai Wongsaito memberikan nama perkampungan tersebut dengan nama PETUNG yang diambil dari kata UMPET yaitu sembunyi, sejak saat itu menjadi Kampung Petuung. Dalam kehidupannya mereka sama mempunyai seorang anak dan dijodohkan dan mempunyai seorang anak laki-laki atau cucu dari Kyai Wongsaito dan Ki Derpojoyo yang diberi nama Diposenjoyo.

Pada saat masih jaman penjajahan Belanda bahwa setiap Perkampungan harus mempunyai seorang pemimpin yaitu seorang Lurah dan pada saat itu disetujui menjadi Lurah adalah Ki Diposenjoyo .

Urutan Lurah atau Kepaladesa dan Kegiatan yang dicapai :

  1. 1. Lurah ke I : Ki Diposenjoyo ---> Merintis Pemerintahan Desa Petung
  2. 2. Lurah ke II : Ki Kertosenjoyo ---> Tidak terlacak
  3. 3. Lurah ke III : Ki Kerto Dimejo ---> Mempertahankan Pemerintahan Desa Petung dari ancaman Belanda
  4. 4. Lurah ke IV : Bapk Ilyas Noto Sudarmo ---> Mendirika SR Dan SD Petung I
  5. 5. Lurah ke V : Bapak Wongso Dimejo ---> Mendirikan SD Petung II Memprakarsai berdirinya Polondes
  6. 6. Lurah ke VI : Bapak Uditomo ---> Memprakarsai berdirinya dan Pembangunan SMP II Pakis Memindahlkan dan membangun Gedung Balai Desa
  7. 7. Lurah ke VII : Bapak Dalamin ---> Mempriakarsai Pembangunan Pengerasan Jalan dari Desa Trenten ke Desa Petung , ke Desa Banyusidi
  8. 8. Lurah ke VIII : Bapak Medi ---> Memprakarsai berdirinya TK PGRI I dan II, Memprakarsai Pembangunan Gedung TK PGRI I, Memprakarsai Pembangunan Gedung Polindes
  9. 9. Lurah ke IX : Bapak Sudi ---> Rencana membangun Gedung TK PGRI II, Rencana mebangun Gedung Serba Guna
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube